Blog  

Jalan Licin dan Rusak Akibat Aktivitas Tambang di Moncongloe Bulu, Warga Minta APH Bertindak

Jejak-kriminal, Maros – Aktivitas penambangan di wilayah Moncongloe Bulu, Kecamatan Moncongloe, Kabupaten Maros, kembali menjadi sorotan. Warga mengeluhkan kondisi jalan yang semakin rusak dan licin akibat lalu lalang kendaraan berat menabrak tanah yang diduga berasal dari aktivitas tambang di kawasan tersebut. hari rabu, 03 Juni 2026.

Salah satu warga yang tinggal di sekitar lokasi tambang, seorang ibu berinisial Hsi, mengaku sangat khawatir dengan kendaraan besar yang setiap hari melintas di depan rumahnya.

“Kami yang berada di sekitar lokasi sangat khawatir atas kendaraan besar yang melintas di depan rumah. Bahkan kemarin suami saya sempat diserempet oleh salah satu kendaraan tersebut,” ungkapnya.

Menurutnya, truk-truk besar kerap melaju dengan kecepatan tinggi sehingga membahayakan keselamatan warga sekitar.

“Mobil yang melintas itu mobil besar, bahkan mereka kadang lewat dengan kecepatan tinggi. Kami tidak tahu harus melapor ke mana,” tambahnya.

Keluhan serupa juga disampaikan oleh pengguna jalan yang melintas di kawasan tersebut. Mereka menilai aktivitas angkutan darat telah menyebabkan kerusakan jalan dan menciptakan kondisi yang membahayakan pengguna jalan lainnya.

“Jalanan rusak, bukan hanya itu, mereka juga tidak melakukan penyiraman. Bahkan tadi ada pengendara yang terjatuh akibat jalanan licin. Mereka tidak melihat dampak yang ditimbulkan saat musim hujan,” ujar salah seorang pengguna jalan.

Sementara itu, Wakil Ketua Perserikatan Jurnalis Siber Indonesia (PERJOSI) Kabupaten Maros, Muhammad Irwandi, mengatakan bahwa saat melakukan pemantauan di lokasi, ia masih menemukan aktivitas tambang yang berjalan dengan sejumlah alat berat yang beroperasi.

“Saat pemantauan di lokasi tambang, terlihat beberapa alat berat masih beroperasi. Sebelumnya kami juga pernah menyoroti aktivitas tambang yang diduga ilegal ini,” kata Irwandi.

Ia menilai aktivitas penambangan di wilayah Moncongloe Bulu seolah-olah dibiarkan tanpa adanya tindakan tegas dari pihak terkait, padahal dampaknya telah dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Kami melihat tambang di Moncongloe Bulu seakan-akan dibiarkan. Masyarakat sangat merasakan dampaknya, mulai dari jalanan yang licin hingga kerusakan jalan yang terus bertambah,” tegasnya.

PERJOSI Maros meminta Aparat Penegak Hukum (APH) dan instansi terkait untuk tidak menutup mata terhadap kondisi yang terjadi di lapangan.

“Kami meminta APH tidak menutup mata terhadap persoalan ini. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas,” lanjutnya.

Irwandi juga menyebutkan bahwa berdasarkan temuan dan informasi yang diperoleh sejak awal pemantauan, terdapat dugaan keterlibatan pihak-pihak tertentu dalam aktivitas penambangan tersebut.

“Sesuai dengan temuan kami sejak awal, terdapat dugaan keterlibatan pelaku lama serta dugaan keterlibatan oknum kepala dusun. Terduga yang kami temukan berinisial ABS dan DP. Namun demikian, seluruh dugaan tersebut tentunya perlu dibuktikan dan ditindaklanjuti oleh aparat yang berwenang,” tutupnya.

Masyarakat berharap pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan instansi terkait segera melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap aktivitas tambang tersebut guna mencegah jatuhnya korban serta kerusakan lingkungan dan infrastruktur yang lebih parah.(*) tim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Example 728x250