MAROS, Jejakkriminal — Aktivitas pertambangan di kawasan Moncongloe Bulu, Kecamatan Moncongloe, Kabupaten Maros, kembali menjadi sorotan warga. Aktivitas alat berat dan lalu lalang kendaraan pengangkut material termasuk berdampak terhadap kerusakan jalan di wilayah tersebut.
Berdasarkan pantauan di lokasi, Minggu (17/5/2026), terlihat satu unit ekskavator beroperasi di area yang diduga menjadi lokasi tambang galian. Sejumlah truk Fuso berwarna oranye tampak keluar masuk lokasi untuk mengangkut material.
Kondisi jalan di kawasan Moncongloe terlihat mengalami kerusakan di sejumlah titik. Warga menilai kerusakan jalan semakin parah akibat tingginya intensitas kendaraan bertonase besar yang melintas setiap hari.
Salah seorang pengguna jalan berinisial F (38) mengaku khawatir kondisi jalan yang rusak dapat membahayakan pengendara.
“Jalan semakin rusak karena kendaraan besar terus melintas. Kami berharap pemerintah segera memperbaiki jalan dan menertibkan tambang-tambang ilegal yang ada di wilayah Moncongloe,” ujarnya.
Hal senada disampaikan warga lainnya berinisial K (41). Menurutnya, aktivitas penambangan di lokasi tersebut sudah berlangsung cukup lama.
“Sudah lama aktif. Kadang aktif, kadang juga berhenti,” katanya.
Sorotan juga datang dari DPC LBH Suara Panrita Keadilan Kabupaten Maros. Irwandi meminta pemerintah daerah dan aparat penegak hukum meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas pertambangan di wilayah Moncongloe.
“Jangan sampai aktivitas penambangan dilakukan tanpa memperhatikan dampak lingkungan dan keselamatan masyarakat sekitar. Pemerintah harus serius melakukan pengawasan,” tegasnya.
Ia juga meminta aparat menindak tegas aktivitas pertambangan yang tidak memiliki izin resmi serta memastikan seluruh kegiatan berjalan sesuai aturan dan kajian lingkungan.

Menurut Irwandi, pemerintah dan aparat penegak hukum diharapkan tidak hanya turun setelah muncul keluhan warga, tetapi aktif melakukan pengawasan rutin terhadap aktivitas penambangan yang diduga merusak lingkungan dan fasilitas umum.
“Kami berharap pemerintah daerah dan APH benar-benar hadir melihat kondisi masyarakat. Jika ditemukan pelanggaran, harus ditindak sesuai aturan,” ujarnya.
Selain itu, ia meminta adanya perhatian serius terhadap kondisi jalan yang digunakan masyarakat setiap hari, termasuk pengawasan terhadap kendaraan bertonase besar yang melintas di wilayah tersebut.
Sementara itu, pihak berinisial Abs yang disebut terkait dengan aktivitas di lokasi tersebut belum memberikan tanggapan saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon. Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi yang disampaikan.(**) tim
Sumber: Virantara.com















