Blog  

Kasus Penggelapan Mobil Rental di Maros, Thamrin Warga Makassar Jadi Buruan—Masyarakat Diminta Ikut Membantu

Toyota Calya DD 1622 TW-, Kontak Pemilik Kendaraan: 0858-2309-4104

Jejakkriminal. Co.Id, Maros — Kasus dugaan penggelapan mobil rental kembali menyita perhatian publik di Kabupaten Maros. Seorang pria bernama Thamrin, warga Kelurahan Pai, Kecamatan Biringkanaya, Makassar, kini menjadi buruan setelah diduga kuat terlibat dalam penggelapan kendaraan sekaligus menjadi terlapor dalam serangkaian kasus serupa. Sabtu, 15/11/2025

Korban terbaru, Basri, warga Tompobulu, melaporkan mobil Toyota Calya bernomor polisi DD 1622 TW miliknya hilang setelah disewa Thamrin selama tiga hari. Namun hingga tenggat waktu berakhir, kendaraan tidak dikembalikan. Saat dihubungi, Thamrin justru memberikan alasan mencurigakan dengan mengaku telah menyewakan kembali mobil tersebut kepada temannya selama satu bulan.

Tidak tinggal diam, Basri melakukan penelusuran pribadi dan mendapati fakta yang mengejutkan: mobil itu telah digadaikan pada pihak lain di wilayah Maros tanpa izin pemilik. Temuan ini menguatkan dugaan bahwa tindakan tersebut memang disengaja dan dilakukan secara terstruktur.

Informasi yang berkembang di masyarakat menyebutkan bahwa Thamrin diduga telah mengalihkan sedikitnya 12 unit mobil rental dengan modus yang sama—menyewa dalam waktu singkat, lalu memindahtangankan kendaraan secara ilegal demi keuntungan pribadi.

Situasi ini membuat resah para pemilik rental kendaraan di Maros maupun Makassar. Para korban mendesak aparat penegak hukum bergerak cepat, karena semakin lama unit berpindah tangan, semakin sulit dilacak.

Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan dan turut membantu pencarian. Siapa pun yang mengetahui keberadaan Thamrin, atau melihat mobil Toyota Calya DD 1622 TW, diminta segera memberikan informasi.

 

📞 Kontak Pemilik Kendaraan: 0858-2309-4104

 

Laporan masyarakat akan sangat membantu mempercepat proses pencarian dan mencegah munculnya korban baru.

Hingga berita ini diturunkan, upaya pelacakan masih dilakukan. Para korban berharap penanganan kasus berlangsung tegas dan transparan, serta publik ikut berperan dalam mengungkap potensi jaringan penggelapan yang meresahkan ini.

Dikutip: Siber nasional news. Com

Editor: Mirwan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Example 728x250